Analisis Kebijakan Dan Implementasi Bpbd (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Dalam Upaya Pengendalian Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Kabupaten Rokan Hilir
Sahliana, Sahliana
Kebakaran hutan dan
lahan (karhutla) merupakan masalah lingkungan serius di Indonesia, khususnya di
Sumatera dan Kalimantan, yang berdampak pada ekosistem, kesehatan, ekonomi,
dan citra internasional. Sebagai lembaga penanggulangan bencana daerah, BPBD
memiliki peran strategis dalam pencegahan hingga pemulihan karhutla. Penelitian
ini bertujuan menganalisis efektivitas kebijakan dan implementasi BPBD
Kabupaten Rokan Hilir dalam pengendalian karhutla menggunakan metode
deskriptif-analitis dan Model Edward III (1980). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa BPBD telah melaksanakan berbagai upaya pencegahan dan kesiapsiagaan,
seperti pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya, patroli,
kampanye pencegahan, dan koordinasi lintas sektor. Namun, implementasinya
belum efektif secara berkelanjutan karena masih bersifat reaktif, dengan
komunikasi dan disposisi berada pada tingkat sedang, serta sumber daya dan
struktur birokrasi pada tingkat rendah. Hambatan utama meliputi lemahnya
integrasi ilmu lingkungan, belum optimalnya sistem deteksi dini berbasis
teknologi dan analisis ekologis, serta struktur birokrasi yang belum berbasis
ekosistem. Penelitian ini menyimpulkan perlunya perubahan paradigma dari
pendekatan kebencanaan menuju pendekatan ilmu lingkungan terapan untuk
memperkuat efektivitas kebijakan pengendalian karhutla di tingkat daerah.
lahan (karhutla) merupakan masalah lingkungan serius di Indonesia, khususnya di
Sumatera dan Kalimantan, yang berdampak pada ekosistem, kesehatan, ekonomi,
dan citra internasional. Sebagai lembaga penanggulangan bencana daerah, BPBD
memiliki peran strategis dalam pencegahan hingga pemulihan karhutla. Penelitian
ini bertujuan menganalisis efektivitas kebijakan dan implementasi BPBD
Kabupaten Rokan Hilir dalam pengendalian karhutla menggunakan metode
deskriptif-analitis dan Model Edward III (1980). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa BPBD telah melaksanakan berbagai upaya pencegahan dan kesiapsiagaan,
seperti pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya, patroli,
kampanye pencegahan, dan koordinasi lintas sektor. Namun, implementasinya
belum efektif secara berkelanjutan karena masih bersifat reaktif, dengan
komunikasi dan disposisi berada pada tingkat sedang, serta sumber daya dan
struktur birokrasi pada tingkat rendah. Hambatan utama meliputi lemahnya
integrasi ilmu lingkungan, belum optimalnya sistem deteksi dini berbasis
teknologi dan analisis ekologis, serta struktur birokrasi yang belum berbasis
ekosistem. Penelitian ini menyimpulkan perlunya perubahan paradigma dari
pendekatan kebencanaan menuju pendekatan ilmu lingkungan terapan untuk
memperkuat efektivitas kebijakan pengendalian karhutla di tingkat daerah.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2026
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2026-06-12T03:09:35Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah