Uji Efektivitas Biopestisida Ekstrak Daun Mengkudu (Morinda Citrilofia L) Dan Daun Pepaya (Carica Papaya L) Terhadap Mortalitas Hama Helopeltis Sp
Alfando, Sandy
Masalah yang terkait dengan budidaya tanaman sering muncul yaitu
hama. Hama dapat mengurangi hasil panen dan menyebabkan kerugian kepada
para petani. Salah satu cara yang telah dilakukan dalam mengendalikan hama
yaitu dengan cara penggunaan pestisida. Penggunaan pestisida merupakan salah
satu cara pengendalian hama yang sangat ampuh, akan tetapi jika dilihat dari
segi dampak, penggunaan pestisida menimbulkan kerugian bagi tanaman, hewan
dan manusia. Oleh karena itu diperlukan cara berbeda yang lebih ramah
lingkungan sehingga tidak menimbulkan masalah-masalah yang berkaitan
dengan pengendalian hama.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi
biopestisida dari daun mengkudu dan daun pepaya terhadap mortalitas hama
Helopeltis sp. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-November 2021, di PT.
Riau Abadi Lestari Distrik Tapung. Penelitian ini menggunakan eksperimen
dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor penelitiannya
yaitu konsentrasi ekstrak daun mengkudu dan daun pepaya.
Berdasarkan hasil penelitian, biopestisida daun mengkudu didapatkan sig
0,007 kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan ekstrak daun mengkudu
berpengaruh nyata terhadap mortalitas hama Helopeltis sp. Biopestisida daun
pepaya didapatkan nilai sig 0,000 kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa
ekstrak daun pepaya berpengaruh nyata terhadap mortalitas hama Helopeltis sp.
Sedangkan biopestisida ekstrak daun mengkudu dan daun pepaya memiliki nilai
sig 0,512 besar dari nilai 0,05 maka disimpulkan bahwa ekstrak daun mengkudu
dan daun pepaya tidak berpengaruh nyata terhadap mortalitas hama Helopeltis sp,
dari hasil pengamatan yang dilakukan bahwa dari jumlah 81 Helopeltis sp yang
telah diberi masing-masing perlakuan terdapat 37 ekor yang mati, perlakuan
pepaya dan mengkudu (P0, M0) dengan konsentrasi 0% sangat tidak efektif dalam
menghilangkan hama dibuktikan dengan rata-rata tingkat kematian hanya 0,33
dan yang paling efektif yaitu pada perlakuan M2 dan P2 (20%) dengan rata-rata
kematian 2,67.
hama. Hama dapat mengurangi hasil panen dan menyebabkan kerugian kepada
para petani. Salah satu cara yang telah dilakukan dalam mengendalikan hama
yaitu dengan cara penggunaan pestisida. Penggunaan pestisida merupakan salah
satu cara pengendalian hama yang sangat ampuh, akan tetapi jika dilihat dari
segi dampak, penggunaan pestisida menimbulkan kerugian bagi tanaman, hewan
dan manusia. Oleh karena itu diperlukan cara berbeda yang lebih ramah
lingkungan sehingga tidak menimbulkan masalah-masalah yang berkaitan
dengan pengendalian hama.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi
biopestisida dari daun mengkudu dan daun pepaya terhadap mortalitas hama
Helopeltis sp. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-November 2021, di PT.
Riau Abadi Lestari Distrik Tapung. Penelitian ini menggunakan eksperimen
dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor penelitiannya
yaitu konsentrasi ekstrak daun mengkudu dan daun pepaya.
Berdasarkan hasil penelitian, biopestisida daun mengkudu didapatkan sig
0,007 kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan ekstrak daun mengkudu
berpengaruh nyata terhadap mortalitas hama Helopeltis sp. Biopestisida daun
pepaya didapatkan nilai sig 0,000 kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa
ekstrak daun pepaya berpengaruh nyata terhadap mortalitas hama Helopeltis sp.
Sedangkan biopestisida ekstrak daun mengkudu dan daun pepaya memiliki nilai
sig 0,512 besar dari nilai 0,05 maka disimpulkan bahwa ekstrak daun mengkudu
dan daun pepaya tidak berpengaruh nyata terhadap mortalitas hama Helopeltis sp,
dari hasil pengamatan yang dilakukan bahwa dari jumlah 81 Helopeltis sp yang
telah diberi masing-masing perlakuan terdapat 37 ekor yang mati, perlakuan
pepaya dan mengkudu (P0, M0) dengan konsentrasi 0% sangat tidak efektif dalam
menghilangkan hama dibuktikan dengan rata-rata tingkat kematian hanya 0,33
dan yang paling efektif yaitu pada perlakuan M2 dan P2 (20%) dengan rata-rata
kematian 2,67.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2022
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-30T02:51:27Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah