Tradisi memberi makanan (persembahan) kepada roh leluhur (pati ka du'a bapu ata mata) di Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur
Rupa, I Wayan; Jayanti, I Gusti Ngurah; Yufiza, Yufiza
Upacara Patika Ata Mata merupakan upacara kepercayaan masyarakat suku Lio Ende, khususnya Desa Woloara, kepercayaan masih tetap hidup dan berkembang di tengah-tengah kehidupan masyarakatnya. Kepercayaan ini berkembang tak terlepas dari peranan para tokoh adat sebagai tokoh yang sangat dihormati sebagai penuntun dan pembina dalam kehidupan berwarga dan bermasyarakat.
Upacara Patika Ata Mata ini dapat bertahan hidup, karena memang benar-benar sebagai penerang jalan hidup bagi komunitasnya sebagai pendukung yang setia. Sisi lain kebertahanan ini terletak pada ritual-ritual yang dilaksanakan oleh komunitas pendukung di setiap kesempatan
dan dilakukan secara rutinitas.
Implikasi terhadap pelaksanaan upacara Patika Ata Mata, adalah terbinanya masyarakat yang patuh, jujur, hormat dan setia kepada leluhur. Dengan terselenggaranya ritual ini masyarakat pendukung mampu melestarikan tradisi tanpa terpengaruh oleh peradaban global.
Pelaksanaan ritual masih tetap berlangsung khusuk, salah satu bukti yaitu yang terjadi di Woloara masih berlangsung berbagai ritual di antaranya : daur hidup, upacara kematian, dan ritual dalam hubungannya dengan pertanian. Upacara ini berlangsung sebagai sebuah tradisi yang tiada henti.
Upacara Patika Ata Mata ini dapat bertahan hidup, karena memang benar-benar sebagai penerang jalan hidup bagi komunitasnya sebagai pendukung yang setia. Sisi lain kebertahanan ini terletak pada ritual-ritual yang dilaksanakan oleh komunitas pendukung di setiap kesempatan
dan dilakukan secara rutinitas.
Implikasi terhadap pelaksanaan upacara Patika Ata Mata, adalah terbinanya masyarakat yang patuh, jujur, hormat dan setia kepada leluhur. Dengan terselenggaranya ritual ini masyarakat pendukung mampu melestarikan tradisi tanpa terpengaruh oleh peradaban global.
Pelaksanaan ritual masih tetap berlangsung khusuk, salah satu bukti yaitu yang terjadi di Woloara masih berlangsung berbagai ritual di antaranya : daur hidup, upacara kematian, dan ritual dalam hubungannya dengan pertanian. Upacara ini berlangsung sebagai sebuah tradisi yang tiada henti.
Detail Information
- Publisher
- Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali
- Tahun
- 2015
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-08T06:37:26Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah